Rabu, 21 Januari 2015

CERIMAH (ceritanya mah)

hari ini gue mau cerita apa yah? curhat lagi? hm.. enggak dulu deh lagi bingung dan entah harus curhatin apa -_-
gua pengen deh cerita sama Dora, tapi nyebelin dora nya masa kalo nanya trs gue jawab dia gak ngerti-ngerti
misal :
Dora : apakah kalian melihat pelangi?
Tari : iya, lihat..
Dora : Dimana?
Tari : dibelakang tuh deket sungai
Dora : Dimana?
Tari : Nengok bego
Dora : Dimana?
Tari : *nyamperin dora ngajak berantem depan swiper*
see? so, please Dora before you decide to be an actress you have to be lulus SD minimal -_-

gua mau cerita beneran sekarang, karena baru inget.
ketika lo dihadapkan dengan 2 pilihan yaitu berteman dijutekin atau tidak berteman alias kehilangan. lo pilih mana?
gue pribadi sih, milih berteman dan gak dijutekin *itu bukan pilihan sarap -_-*
ketika lo di php-in lo mau ngapain? Php-in balik? ya enggaklah.. kalo kata mama dedeh kalo ada orang suka ngehina atau jahat sama kita jangan jahat balik karena itu sama aja kayak dia, she said "sarua gelo na"
yaudah gua sih lebih suka menurunkan harga diri gua cuma buat berteman dan gak punya musuh. gasuka deh kalo punya musuh meski orang itu cuma bilang "gua tuh gasuka sama lo" atau cuma memandang kita judes. bahkan, gua pernah mau merelakan seseorang yang gua sayang cuma buat temen..
kalo temen gua bilang, "gua gasuka lo sama dia" atau berebutan gitu sebenernya gua gasuka, gasuka banget.. tapi apa daya ketika lo bangun dari tidur lo, mau gak mau lo harus dihadapkan dengan kenyataan bukan?
setelah itu pasti gua berhenti untuk mendekati dan galauin org tersebut dengan cara stalking etc~ bahkan terakhir kali ini seseorang itu cerita sama gua kalo dia marahan sama ceweknya.
karena apa? hmm katanya sih karena bercanda, bercanda nya mungkin terlalu atau cewek itu yang lagi sensitif terlalu baper *dibawa perasaan* entahlah, tapi menurut gue sih yah yaudahlah jalani dulu selama itu alasannya logis. apalagi kita dalam fase remaja akhir dimana saatnya menetukan pilihan tuh bukan untuk main-main lagi tapi bersiap untuk hidup dengan 70% dengan rutinitas dan sosial yang itu itu aja, yang harus ditentukan seperti pekerjaan, teman, bahkan pasangan hidup yang semua itu dihabiskan dalam waktu yang sangat lama. jadi jika seleksi itu diibutuhkan dengan cara berteman dan pendekatan lg ya kenapa enggak? toh taaruf aja gak pernah kenal sama sekali sebelumnya kan. intinya tawakal sama Allah apapun yang terjadi itu atas kehendakNya dan untukNya.

hmm... jadi intinya apa nih tar???
gatau -_- sekian aja. thx
wassalamualaikum warahmatullah wabarakatu
barakallah minna ! gudnight ~ geuk bam~ oyasumi~

Sabtu, 17 Januari 2015

Curhat lagi #1 (Dia tak pernah tahu)

hari dimana masa liburan kenaikan tingkat ku akan segera berakhir...
hari itu aku dan keluarrga ku akan mengunjungi safari, hmm ya nothing special but there was someone who made this holiday was special. its him ..
actually the main of this story is before this holiday..
ya, hari saatnya kita bepisah datang lagi.
ah aku benci hari itu
hari-hari terakhir bersama orang yang kau sayangi meski itu untuk menuntut ilmmu adalah hal yang sulit.
entah seberapa banyak air mata yang sudah terbuang setiap kali kami akan dipisahkan jarak da waktu..
meski hanya di jawa timur, namun bagi orang sepertiku yang memiliki rasa diambang batas dan pemikiran yang "terlalu waspada" adalah hal yang sulit.

day by day we'd through with whole our patient, buffetings, and obstacles to finished this semester ..
begitu banyak percekcokan yang terjadi karna jarangnya intensitas pertemuan kami.
akhirnya 2bulan lebih berlalu yang dimana seharusnya dia pulang karna libur uts. ya, pulang untukku.dulu.
sekarang......

september aku berpikir sesuatu hal yang sangat ekstrim untuk dilakukan seorang "pecinta" yang sudah kehilangan arah  *ecie
Pada saat itu kami sudah sama-sama melebihi batas ingin bersama, dalam arti kebersamaan yang senyata mungkin..
perlu diceritakan--pada saat kami SMA kami berjuang bersama pagi,siang, dan bahkan sampai malam untuk belajar demi masa depan kami yang kami impikan bersama, meski berbeda passion nya namun kami tau bahwa berjuang bersama akan lebih baik dibanding seorang. Dia adalah guru bagi ku serta penyemangat yang selalu mendorong dan menopang segala kesusahanku, maka dari itu aku mulai mencintainya dengan sangat yakin, meski keluarga ku berkata supaya tidak terlalu menaruh harap pada seorang pria dengan sangat dalamnya. sehingga akhirnya kami Lolos Perguruan Tinggi Negeri pada pilihan ketiga kami. bahagia nya bukan kepalang, namun dibalik itu ada hal yang sangat mengganggu pikiranku. ya, itu berarti kita harus berpisah.
(cerita yang ini di postingan selanjutnya ya~~~ kalo mood)

oke just shoot to the point !

6 Bulan berlalu..
september itu aku menyukai seorang calon arsitek yang sudah kukenal sejak SMA sebut saja ia Jiel ..
dia menyayangiku dengan sangat baik, lalu karna aku dan dia sudah sebenar-benarnya berpisah maka aku terima tawaran Jiel untuk menjadi pacarnya. FYI kami selama 30 bulan bersama memang sudah putus sejak kami SMA namun, kami tetap bersama layaknya pasangan kekasih. bahkan lebih, karena sudah terbiasa bersama.
sebelum aku bertemu Jiel, aku dan dia memang sudah sering merencanakan untuk berpisah sebenarnya, namun itu selalu terhalang oleh egoku yang masih menyayanginnya.
jeleknya adalah, aku seorang pecinta yang posesif dan protective ini semakin membuat dia tidak bebasa dalam menjalankan kegiatannya. ya dikarenakan cemburu yang berlebihan (akibat takut yang berlebihan juga) aku berpikir bahwa sudah seharusnya kau meninggalkan dia karena aku ingin melihat ia kambali semangat seperti SMA dan pintar seperti saat SMA. ia seperti dulu,

 ini kesalahan ku yang paling fatal.. ingin dia sepintar, secerdas, sesabar dulu. DULU . (kalau kalian punya pasangan dan sudah berjalan lama sebaiknya jangan pernah menginginkan ia seperti saat dahulu kala~~ uwoo uwoo gausah deh bilang "kamu tuuh beda, kamu tuh gak kayak dulu lagi, kamu tuh gak seperti .... yang dulu" elah sumpah itu kata-kata paling sampah yang pernah gua ucap -_-")

oke, lanjut..
maka dari itu aku memutuskan unntuk pergi dan memilih Jiel sebagai pasanganku yang baru, karena kami satu kota tinggal dan masih di kampus yang dekat meski kami sibuk dengan urusan kami masing-masing..
aku menyayangi Jiel karena ia sangat bisa meredam amarahku, dia bisa membuatku tenang ketika sedang marah. dia tahu caranya menjinakkan macan putih seperti saya -_-"
dan tentunya dia sangat baik.
pertanyaannya! Kenapa gue putus saat belum sampai 2 bulan????

itu karena dia, eh bukan deng, itu karena aku merasa bersalah bahwa aku mengaharapkan sosok Jiel ada di dia. (kalau kalia juga mau bener bener move on please yakinin hati klo lo udah bener bener lupa sama mantan! please, jangan sampai kayak gua. kasian ada orang yang tulus yang sayang tp lo malah liat org entah sayang atau enggak sama lo)
setiap kita hang out  atau nge-date berdua Jiel yang aku pikirkan adalah "seandainya kamu kayak gini, seandainya kamu ngertiin aku kayak dia, seandainya kamu ada dismapingku juga seperti ini" ya seandainya~ tapi itu hal yang harus diubah dari maindset manusia. gue sih

akhirnya hubbungan kami hanya seperti itu, lalu kami berpisah dengan sangat mengharukan dan bener-bener bikin kesan yanng "Jiel I gonna be Miss you so damn!"

setelah itu ku tahu bahwa dia sudah mempunyai wanita baru yang disukainya, hmm lebih baik dariku, dia terlihat baik dan asik sih menurutku. yah, mungkin sudah saatnya kami berpisah.
namun, tak semudah itu melupakan seseorang guys~ mulut boleh bilang ikhlas tp air mata takan pernah bohong ungkapkan apa yang ada didalam diri bukan?

ya, saat itu ia berubah drastis.. bukan lagi sosok orang yang murah hati, sosok yang baik, yang ramah, yang humoris. BUKAN
dia berubah, bukan jadi power rangers bukan jadi boboiboy apalagi sailormoon .. tapi jadi sosok sedingin dan sejahat Rajolangit di sinema 7 manusia harimau -_- jutek dan dia bilang bahwa aku membuatnya risih.
dia memikirkan seseorang yang menangis semalaman hanya karna tak jadi telpon, sedang aku? tak bertemu, tak pernah telpon lagi, menunggu 5 bulan tak bertemu, menangis setiap akan berpisah distatsiun di rumah di telpon dsb.. apakah tidak diperhitungkan semua itu? sampai aku lelah untuk menangis didepannya.. bahkan aku sudah tak pernah merasakan suara ku keluar lagi saat aku menangis -_- ya ketika kamu sudah merasakan puncaknya Tangisan maka ketika kamu menangis dengan sesegukan tanpa adanya suara bahkan pada saat dirimu mulai berteriak karena perasaan ingin meluapkkan tangisan bahkan teriakan itupun hanya terdengar seperti orang yang mengalami hambatan dalam wicaranya .. hanya jeritan yang tak pernah keluar. oke itu pengalaman gue aja yang kalo sudah dalam fase puncak kesedihan nangisnya gak bersuara, sama ketika sedang tertawa, gue kalo ngakak banget banget gak ada suaranya cuma ekspresi doang -_- ) *gua tau gua aneh, semua orang jg tau gue cewek aneh*
lanjut!
setelah saat itu aku tak pernah bisa tidur malam.. (gak sih.. gak bisa tidurnya setelah uts gara" tugas profesor unyu teersebut -_- tapi makin parah sejak kejadian itu terjadi)
efek dari kurangnya tidur malam sangatlah banyak, dan berbahaya dalam jangka panjang.
tubuh ini sudah mulai merasakan efeknya.. efek selalu tidur saa ayam sudah bangun.. breaking dawn muncul .. bahkan tak bisa tidur meski kau tau bahwa harus bangun lagi jam 4 karena masuk jam 8 untuk ngejar kereta yang jam 5.50 dan supaya bisa duduk dan take a nap for an hour lah kira-kira.
efeknya muncul ketika kantung mata sudah punya kantung mata lagi, dan ketika mata panda sudah benar-benar muncul layaknya orang ditonjok ade rai ..
makan seenaknya, meski banyak namun tak menghasilkan daging ditubuh ini karena terkikis oleh setan-setan tugas yang menumpuk dan tekanan batin sana-sini (perlu diekankan manusia itu gak harus kan expose semua masalahnya? jadi kalo gua cuma cerita tentang kuliah dan galau bukan berarti hidup gue cuma buat cinta. no banget galau berlebih karena cinta. E to de Lah !)
akhirnya tubuh ini terkuras habis oleh penyakit gue, yaitu disentri a.k.a diare a.k.a mencret a.k.a moncor -_- moncor atas bawah alias muntah juga. bukan muntaber, bukan sama sekali -_- tapi memang gue rentan banget sama muntah dan diare -_- *penyakit orang kampung*

aku terus memikirkan dia yang terlihat semangat mengerjakan tugas-tugas dan sebagainya karena dia mempunyai motivator baru yang bukan lagi aku. oke itu bagus
akhirnya aku merasa lelah untuk berpura-pura bahwa aku kuat -_- bahwa aku bisa dan sudah melupakannya ..
aku bertemu dengan banyak laki-laki berkualitas wkwk yang akhirnya kini hanya jadi teman curhat saja. yang tak bisa menenagkan aku atas kehilangan "batu semangat" nya, meski telah dinsehati berulang-ulang, dengan halus maupun kasar dalam arti dengan lembutnya kata  "jangan terus seperti ini" sampai "lo tuh bego masih aja mikirin dia" sampai sahabat-sahabat hanya mampu berkata "haduh" dan "masih aja"..
mereka tau bahwa aku selama 3bulan eh 4 bulan terakhir berjuang melawan diriku untuk melupakan dia karena He'll be taken someday with her, maybe.

(ah jinjja ini udah malem .. mata ggua ngantuk banget Alhamdulillah dari kemarin berarti udah 2 malam sama sekarang bisa ngantuk jam segini :') akhirnya bisa bobo tengah malam, gausah berjuang lg kalo mau bobo :") bsk lagi dilanjut di postingan sebelumnya untuk mempertahankan hak cipta.
geuk bam pembaca... geuk bam bang.. geuk bam semua~~ )

Love Allah to us and Barakallah ...
Alhamdulillah....